ZONE v7.6
← Kembali ke Cyber News
Keamanan

Sehari, Ribuan Hacker Coba Retas BCA: Begini Cara Bank Menghadapi Serangan Siber

Ribuan percobaan serangan siber terhadap BCA pernah dilaporkan pada 2014. Sementara itu, pada 2025 BCA mengungkap peningkatan serangan siber hingga miliaran kali dalam setahun. Simak bagaimana bank menghadapi ancaman digital melalui pemantauan sistem, keamanan berlapis, dan edukasi nasabah.

Oleh Sam13372 menit baca

Sehari, Ribuan Hacker Coba Retas BCA: Begini Cara Bank Menghadapi Serangan Siber

Jakarta — Ancaman serangan siber terhadap sektor perbankan terus menjadi perhatian seiring meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital. Bank Central Asia (BCA) pernah mengungkapkan bahwa sistemnya menghadapi ribuan percobaan akses setiap hari, sebagaimana diberitakan Hukumonline pada 13 Mei 2014.

Saat itu, Direktur BCA Suwignyo Budiman menyebut terdapat sekitar 4.000 percobaan akses per hari. Sekitar 60 persen percobaan tersebut berasal dari luar negeri. Ia tidak dapat memastikan bahwa seluruh aktivitas itu bertujuan membobol dana nasabah.

Serangan siber terhadap perbankan terus berkembang. Ancaman mencakup DDoS, malware, phishing, pencurian kredensial, dan rekayasa sosial.

Dalam laporan ANTARA pada Februari 2025, perwakilan BCA menyebut perusahaan mencatat sekitar 3 hingga 4 miliar serangan siber sepanjang 2024, meningkat dibandingkan sekitar 1,9 miliar pada 2023. BCA menyatakan sistemnya mampu mengantisipasi serangan tanpa mengalami kelumpuhan jaringan akibat serangan tersebut.

Angka itu menggambarkan volume serangan yang dilaporkan, bukan jumlah peretas unik, rekening yang berhasil dibobol, atau bukti seluruh serangan berhasil menembus sistem.

Bank menghadapi ancaman melalui pemantauan keamanan, perlindungan berlapis, edukasi karyawan dan nasabah, serta prosedur respons insiden.

Nasabah disarankan tidak membagikan PIN, kata sandi, BCA ID, atau OTP; menghindari tautan mencurigakan; dan menghubungi kanal resmi bank jika menemukan transaksi yang tidak dikenal.

Kesimpulan: Serangan siber merupakan risiko berkelanjutan bagi perbankan. Perlindungan memerlukan kombinasi teknologi, pemantauan, prosedur respons, dan kesadaran keamanan. Jumlah percobaan serangan yang tinggi tidak otomatis berarti sistem berhasil ditembus atau data nasabah bocor.

Catatan Redaksi: Artikel ini menggabungkan laporan historis tahun 2014 dengan informasi perkembangan keamanan siber pada 2025.