ZONE v7.6
← Kembali ke Cyber News
Cyber

Retas Situs Resmi FBI, Hacker Yordania Ditangkap dalam Kasus ShinyHunters

Seorang warga Yordania yang diduga terkait kelompok peretas ShinyHunters dilaporkan ditahan dalam penyelidikan peretasan situs rekrutmen FBI. Ia disebut bekerja sama dengan penyidik untuk membantu mengidentifikasi pihak lain yang diduga terlibat.

Oleh Sam13372 menit baca

Amman, Yordania — Seorang warga Yordania yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok peretas ShinyHunters dilaporkan ditahan oleh otoritas Yordania dalam penyelidikan kasus peretasan situs rekrutmen Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI).

Dalam laporan yang diterbitkan Reuters pada 3 Oktober 2026, Saif al-Din Khader disebut sebagai tersangka yang diduga menggunakan nama alias “Rey” di dunia maya. Mengutip tiga sumber yang mengetahui perkara tersebut, Reuters melaporkan bahwa Khader ditahan oleh otoritas Yordania dan disebut membantu FBI serta aparat penegak hukum internasional mengidentifikasi anggota kelompok lainnya.

Klaim pencurian data FBI

Kasus ini berkaitan dengan klaim ShinyHunters bahwa kelompok tersebut berhasil mengakses situs FBIJobs.gov, portal yang digunakan untuk rekrutmen FBI. Kelompok itu mengklaim telah mengambil data dalam jumlah besar yang berkaitan dengan pegawai FBI dan pelamar kerja.

Menurut laporan CBS News pada 4 Oktober 2026, kelompok tersebut mengklaim memperoleh data sekitar 2 hingga 3 terabita. Namun, klaim mengenai keseluruhan volume dan cakupan data yang dicuri belum dikonfirmasi secara independen. Analisis Reuters terhadap sampel data yang dibagikan kelompok itu menemukan informasi pribadi pegawai, rincian pekerjaan, serta informasi medis dan psikiatris.

Penyelidikan lintas negara berlanjut

FBI menyatakan penyelidikan terhadap insiden siber yang diduga melibatkan ShinyHunters masih berlangsung. Biro tersebut juga menyebut telah bekerja sama dengan mitra internasional untuk menangkap sejumlah tersangka, tanpa memberikan rincian lengkap mengenai setiap penangkapan.

Penahanan di Yordania terjadi setelah seorang pria berusia 24 tahun dari Amsterdam sebelumnya ditahan di Belanda pada September 2026 atas dugaan keterkaitan dengan kelompok tersebut. Otoritas masih berupaya menelusuri jaringan yang diduga terlibat dan mengumpulkan bukti digital.

Pelajaran bagi keamanan siber

Kasus ini menunjukkan bahwa situs yang dikelola lembaga besar pun dapat menghadapi risiko keamanan, termasuk ketika layanan teknologi melibatkan sistem atau penyedia pihak ketiga. Pembaruan keamanan, pengelolaan akses, pemantauan aktivitas, dan pemeriksaan berkala menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kebocoran data.

Bagi organisasi, insiden ini menjadi pengingat bahwa keamanan tidak hanya bergantung pada sistem utama, tetapi juga pada seluruh komponen pendukung yang terhubung dengannya.

Catatan Redaksi: Informasi penahanan dan dugaan keterlibatan tersangka bersumber dari laporan media yang mengutip sumber terkait penyelidikan. Dugaan tindak pidana tidak sama dengan putusan bersalah. Klaim ShinyHunters tentang data yang dicuri juga perlu dibedakan dari temuan yang telah diverifikasi secara independen.